<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8178478248708071669</id><updated>2012-02-16T18:54:13.754+07:00</updated><title type='text'>sujiantowicaksono</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8178478248708071669/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sujianto-madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15855226953599522385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R83S3fGMrs8/SjnCbAHS4II/AAAAAAAAAAg/zDSbI3vkmHk/S220/SUJI+UK+4+X+6+WARNA.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8178478248708071669.post-1298699263879543999</id><published>2009-06-07T19:54:00.000+07:00</published><updated>2009-06-07T20:00:57.888+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R83S3fGMrs8/Siu5AW7Bj1I/AAAAAAAAAAM/ZL7-qCUSoMo/s1600-h/blog+suji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R83S3fGMrs8/Siu5AW7Bj1I/AAAAAAAAAAM/ZL7-qCUSoMo/s320/blog+suji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344568798609510226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="widget Text" id="Text1"&gt; &lt;h2 class="title"&gt;SELAMAT DATANG&lt;/h2&gt; &lt;div class="widget-content"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;span class="widget-item-control"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin"&gt; &lt;a class="quickedit" href="rearrange?blogID=8651628583804821105&amp;amp;widgetType=Text&amp;amp;widgetId=Text1&amp;amp;action=editWidget" onclick="'return" target="configText1" title="Edit"&gt; &lt;img alt="" src="http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" width="18" height="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;!-- google_ad_section_start --&gt; &lt;h2 class="date-header"&gt;Sabtu, 2008 Februari 16&lt;/h2&gt;  &lt;a name="6146080124643342174"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://troubleshootingkomputer.blogspot.com/2008/02/memperbaiki-monitor-komputer.html"&gt;MEMPERBAIKI MONITOR KOMPUTER&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Monitor komputer yang sekarang banyak di gunakan adalah sejenis VGA atau Super VGA dengan card adapter VGA bermemori antara 256 KB dengan 2 MB dan terus di kembangkan mengikuti perkembangan Hardware dan software. Sementara itu kerusakan monitor tidak menampilkan gambar sama sekali, walaupun lampu indikator menyala. Kondisi ini akan semakin parah jika di tambah dengan kerusakan akibat VGA card (adapter) yang tidak di ketahui sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cara mudah untuk memperbaiki monitor komputer yang demikian adalah dengan memeriksa aliran listrik menuju rangkaian catu daya monitor, lantas distribusinya ke rangkaian lain sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[1]. Bukalah tutup belakang monitor agar seluruh komponen at terlihat dan terjangkau oleh peralatan bengkel seperti multimeter, toolset, serta alat bantu lainnya. Berhati-hatilah dengan kondisi monitor yang terbuka ini, terutama pada saat listrik masuk pada rangkaian, sebab terdapat tegangan ekstra tinggi sebesar 16.000 volt sampai 30.000 volt yang berbahaya bagi tubuh manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[2]. Siapkan Multimeter untuk mengukur tegangan AC yang masuk pada rangkaian catu daya monitor, normalnya akan terukur besar 220 volt. Lanjutkan dengan mengukur tegangan DC yang di keluarkan catu daya untuk rangkaian monitor seluruhnya.Tegangan DC pada setiap monitor berbeda merk dan jenis besarnya berlainan sesuai dengan rancangan pabrik masing masing. Pergunakan skema sesuai dengan jenis monitor yang sedang di perbaiki, skema tersebut dapat anda peroleh pada kemasan buku manual lengkap ketika membeli monitor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[3]. Ukurlah tegangan konektor pada transistor power horisontal output, umumnya sebesar 90 Volt DC pada kondisim normal. Tegangan ini menujukkan kondisi kerja pembangkit tegangan tinggi yang dapat menyalakan tabung gambar. Apabila tegangan ini turun sampai separuhnya, dapat di pastikan terdapat kerusakan pada rangkaian horisontal, gantilah dengan transistor power yang baru. Untuk mengganti transistor power yang baru sebaiknya menggunakan type yang sama persis, kecuali jika tidak memungkinkan maka dapat di ganti dengan transistor lain yang sifatnya sama dan rating tegangannya lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[4]. Putarlah penggantung intensitas cahaya (brigthness) pada panel depan monitor hingga pada posisi maksimum. Lihat reaksinya pada tabung gambar, bila tidak ada perubahan periksalah rangkaian sekitar trafo tegangangan ekstra tinggi (flay back) di tempat anda (Surabaya-pasar genteng, di Jakarta-Glodok, di Bandung-Cikapundung). Pemeriksaan ini perlu di lakukan untuk mengecek apakah trafo tersebuit masih dapat membangkitkan tegangan ekstra tinggi untuk menyalakan tabung gambar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[5]. Kerusakan dapat terjadi pada dioda tegangan tinggi yang bertugas menyearahkan sinyal horisontal menjadi tegangan DC 16.000 Volt - 30.000 Volt. Untuk menguji dioda tegangan tinggi pergunakan high voltage probe untuk multimeter yang khusus untuk keperluan pengetesan tegangan tinggi. Bandingkan perbedaan tegangan Ac yang masuk trafo dengan tegangan DC yang dikeluarkan diode , tegangan DC yang terukur pada katoda diode sekitar 16.000 Volt - 30.000 Volt. Berhati-hatilah menggunakan probe tegangan tinggi ini,sentuhan ke konduktor yang salah akan menimbulkan bunga api.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[6]. Dapat juga di periksa kapasitor yang menghubungkan trafo tegangan tinggi dengan ground. Lepaskan kapasitor ini dan ukurlah dengan multimeter, apabila ada kebocoran gantilah dengan kapasitor baru. Kapasitor yang sudah kering akan merubah nilai kapasitasnya dan berakibat berubahnya impedansi pada rangkaian.Perubahan impedansi ini akan mempengaruhi trafo tegangan ekstra tinggi yang tidak dapat menghasilkan tegangan sesuai keperluan, hal ini akan terlihat pada layar monitor yang suram, kurang terang atau pengatur brightness tidak berfungsi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[7]. Disamping gangguan diatas, monitor tidak menampilkan gambar di sebabkan oleh kerusakan transistor power pada catu daya, FUSE putus, transistor horisontal output, kapasitor kompling output, diode tegangan tinggi, gulungan defleksi putus (terbakar), matrix RGB kehilangan masukan dan sebagainya. Pergunakan skema lengkap monitor yang menunjukkan masing-masing bagian dan periksalah secara urut mulai dari catu daya hingga menuju tabung gambar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[8]. Setelah seluruh komponen yang mengalami kerusakan di ganti baru, hidupkan komputer untuk mencoba monitor yang baru saja di perbaiki dengan program diagnosis. Program Diagnosis yang di jalankan khusus pada menu test display dapat di jadikan pedoman untuk memperbaiki monitor komputer, seperti check-It, QAPlus, PC-Technician, JC-Bench dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber &lt;a href="http://putramaja.tripod.com/Komputer/komputerku.htm"&gt;http://putramaja.tripod.com/Komputer/komputerku.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposkan oleh &lt;span class="fn"&gt;Achmad Choerul Umam Nadhief&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://troubleshootingkomputer.blogspot.com/2008/02/memperbaiki-monitor-komputer.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-02-16T01:44:00-08:00"&gt;01:44&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8178478248708071669-1298699263879543999?l=sujianto-madiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/feeds/1298699263879543999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/2009/06/selamat-datang-sabtu-2008-februari-16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8178478248708071669/posts/default/1298699263879543999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8178478248708071669/posts/default/1298699263879543999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/2009/06/selamat-datang-sabtu-2008-februari-16.html' title=''/><author><name>sujianto-madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15855226953599522385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R83S3fGMrs8/SjnCbAHS4II/AAAAAAAAAAg/zDSbI3vkmHk/S220/SUJI+UK+4+X+6+WARNA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R83S3fGMrs8/Siu5AW7Bj1I/AAAAAAAAAAM/ZL7-qCUSoMo/s72-c/blog+suji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8178478248708071669.post-501980748258438261</id><published>2009-06-07T19:40:00.000+07:00</published><updated>2009-06-07T19:53:47.270+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1&gt;CARA GAMPANG MENULIS BUKU BEST SELLER&lt;/h1&gt;        &lt;div class="date"&gt;         &lt;div class="dateleft"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span class="time"&gt;July 18, 2008&lt;/span&gt; by &lt;a href="http://pembelajar.com/author/admin/" title="Posts by admin"&gt;admin&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;Filed under &lt;a href="http://pembelajar.com/category/kolomnis/edy-zaqeus" title="View all posts in Edy Zaqeus" rel="category tag"&gt;Edy Zaqeus&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;          &lt;div class="dateright"&gt;     &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;span class="date"&gt;18 Juli 2008 - 10:59   (Diposting oleh: &lt;a href="mailto:edzaqeus@yahoo.com"&gt;Editor&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu pertanyaan dari para profesional yang paling sering mampir ke saya adalah yang seperti ini: Bagaimana sih cara menulis buku yang mudah itu? Memang, saya termasuk salah satu penulis yang paling &lt;em&gt;demen&lt;/em&gt; memprovokasi kalangan tersebut supaya menulis buku. Bukan cuma menulis buku biasa, tapi menulis buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;, lho! Sekalipun itu baru pengalaman menulis buku yang pertama, saya tetap menegaskan, “Beranilah bermimpi menjadi penulis buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara lupakan saja soal definisi &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;. Yang penting, cita-citakan dulu buku kita akan laris di pasaran, lalu beranikan mental, niatkan segera, dan mulai sekarang juga dengan menulis apa pun yang menggoda kita untuk menulis. Sengaja saya dorong-dorong supaya para profesional itu berani menggagas buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;. Mengapa? Ya, supaya semangatlah menulisnya. Kalau menulis tanpa semangat, jangan harap ada roh semangat pula dalam karya kita. Kalau hasil tulisan tidak memiliki roh atau gereget tertentu, mana ada orang yang mau beli dan membacanya, kan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Balik lagi ke soal bagaimana cara menulis buku yang mudah, saya pun berani menyatakan bahwa menulis buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt; itu mudah. Sampai-sampai saya bersama Andrias Harefa (penulis 30 buku laris) mengadakan workshop berjudul “Cara Gampang Menulis Buku Bestseller”, yang pada Agustus 2008 nanti memasuki Angkatan Ke-5. Nah, bagaimana kesan para peserta &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; tersebut? Umumnya mereka sadar dan menjadi yakin, ternyata menulis buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt; itu memang mudah. Bagaimana itu? Saya akan kupas beberapa di antaranya dalam artikel ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, kalau mau menulis buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;, cobalah yakin sejak awal bahwa kita semua berpeluang dan mampu melakukan hal tersebut. Penulis senior atau bahkan penulis pemula sekalipun, semuanya punya peluang yang sama untuk menggebrak pasar. Kalau sudah punya keyakinan, cobalah terus memeliharanya, lalu tambahkan dengan semangat yang sungguh-sungguh dialirkan dalam setiap langkah penulisan nantinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, miliki perspektif menulis buku itu mudah, yaitu sekadar aktivitas merangkai huruf, kata, kalimat, paragraf, dan tulisan. Caranya, pandanglah buku itu hanya sebagai kumpulan bab atau tulisan pendek. Sementara, bab atau tulisan pendek itu sendiri hanyalah kumpulan dari paragraf (alinea), paragraf itu sendiri hanya kumpulan dari beberapa kalimat, kalimat hanya kumpulan dari beberapa kata, dan kata hanyalah kumpulan dari beberapa huruf.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, kalau kita bisa merangkai huruf menjadi kata, merangkai kata-kata menjadi kalimat, kemudian membuat kalimat-kalimat tersebut menjadi paragraf, lalu bisa merangkai sejumlah paragraf menjadi sebuah tulisan, dan terakhir menulis beberapa artikel atau tulisan pendek, ya jadilah buku itu. Sesederhana itulah! Makanya, jangan punya persepsi menulis buku itu sulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-554"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, pilih tema yang pas dengan mempelajari sejarah sekaligus tren tema-tema buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;. Menyangkut sejarah buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;, pasti akan kita temukan tema-tema &lt;em&gt;betseller&lt;/em&gt; yang bisa berulang. Sementara soal tren, pasti efek tarikan atas buku &lt;em&gt;betseller&lt;/em&gt; yang sedang bergaung. Artinya, kalau ada tema buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt; sedang &lt;em&gt;moncer&lt;/em&gt; di pasaran, tak menutup kemungkinan tema yang sama juga lagi digemari dan dicari. Jadi, ini peluang bagi penulis-penulis lain yang tajam penciumannya atas selera dan tren pasar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, setelah berhasil memilih tema, buatlah &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt; atau kerangka tulisan. Untuk apa? Untuk mempercepat proses penulisan dan menata supaya tulisan tidak melebar ke mana-mana. &lt;em&gt;Outline&lt;/em&gt; bisa dibuat berdasarkan cara atau gaya penulisan kita. Ada yang mampu menulis dengan baik kalau didasari oleh &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt; yang detail, tapi ada yang lebih efektif dengan &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt; sederhana. Apa pun pilihannya, efektivitas penulisan tetap menjadi pertimbangan utama. Makanya, bagi yang merasa bisa menulis dengan lebih baik dan cepat tanpa &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt;, ya abaikan saja &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt; ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;, pilih teknik penulisan buku yang paling efektif dan efisien. Maksudnya? Pilih teknik penulisan yang paling cocok buat kita, paling membuat kita bersemangat, paling mudah dilakukan, dan tentu saja efisien secara waktu. Soal teknik ini menjadi krusial sifatnya bila kita sedang mengejar atau mengikuti tren buku tertentu. Contoh, penulisan buku berbasiskan teknik wawancara, teknik menulis cepat, dan teknik kompilasi artikel/tulisan pendek adalah teknik yang paling cocok untuk menyasar tren buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Keenam&lt;/em&gt;, kuasai teknik menulis cepat. Teknik ini didasarkan pada prinsip bahwa ide-ide dasar dan yang paling orisinal harus segera dituliskan supaya tidak menguap. Yang terpenting adalah menuliskan gagasan ketika kita sedang dalam kondisi dibanjiri oleh ide. Soal pengayaan isi dan penyuntingan bisa dilakukan pada tahapan berikutnya. Contoh aplikasi teknik ini adalah; sekali duduk atau menulis, selesailah satu tulisan (artikel) atau bab. Sekali menguasai teknik menulis cepat, masalah penundaan dan kemacetan bisa lebih mudah dihindari atau diatasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ketujuh&lt;/em&gt;, alirkan gairah, semangat, visi, dan misi dalam setiap tulisan kita. Salah satu rahasia keberhasilan buku-buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt; adalah pada kemampuannya dalam “berbicara” atau menjalin hubungan emosional dengan para pembacanya. Buku yang mengesankan adalah buku yang mampu memengaruhi dan menggerakkan pembacanya dalam beragam cara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana caranya? Ya, selain bisa mengungkapkan pikiran-pikiran atau ide-idenya, penulis harus mampu mentransfer antusiasme, keyakinan, visi-visi, dan kejujurannya kepada pembaca. Kalau sudah begini, tanpa disuruh pun akan ada banyak pembaca yang merekomendasikan buku kita nantinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedelapan&lt;/em&gt;, kuasai teknik pengayaan dan penyuntingan naskah, serta sediakan waktu yang cukup untuk mengolah naskah kita. Naskah yang ditulis dengan cepat biasanya &lt;em&gt;bolong&lt;/em&gt; di sana-sini. Pada tahap penyuntingan dan pengayaan inilah kita harus bisa mengerjakan PR kita; mengecek kembali sistematika tulisan, judul bab dan subbab, mengecek ketepatan teori dan pendekatan, kelengkapan data maupun variasi contoh kasus, pengembangan gaya bahasa populer, termasuk soal tata bahasa, dll. Pada tahap ini pula kita berkesempatan untuk meneliti dan merasakan ulang apakah naskah kita sudah cukup “berbicara” kepada calon pembaca nantinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kesembilan&lt;/em&gt;, pilih judul yang paling pas. Bila perlu, adakan survei dengan menyodorkan sekurang-kurangnya sepuluh nomine judul. Saya yakin, ada beberapa judul yang benar-benar memiliki efek sugestif kepada para calon pembacanya. Silakan pelajari daftar buku laris versi koran-koran atau majalah, pasti mudah ditemukan judul-judul sejenis itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang judul bukan faktor yang paling menentukan, tetapi tetap saja, judul yang pas akan menjadi iklan utama bagi sebuah buku. Buku, sama halnya dengan produk lainnya, sekalipun bagus isi/kualitasnya bisa saja tidak dilirik konsumen karena iklan atau judulnya tidak memberikan impresi/kesan kesan yang bagus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kesepuluh&lt;/em&gt;, bekerjasamalah dengan editor atau penerbit. Setelah berusaha memaksimalkan semua potensi karyanya, setiap penulis harus bekerjasama dengan editor atau penerbit supaya potensi &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt; naskahnya semakin maksimal. Para editor dan penerbit berpengalaman biasanya memiliki data, informasi, atau pengalaman dalam mengolah naskah menjadi buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;. Di sinilah peran mereka dalam men-&lt;em&gt;dandani&lt;/em&gt; naskah kita supaya memiliki format, tampilan, atau kemasan yang menjual. Kadang mereka membutuhkan ide-ide orisinal kita, kadang justru kitalah yang harus berkompromi dengan strategi mereka. Semuanya butuh kerjasama demi hasil maksimal dan menguntungkan kedua belah pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, apakah dengan menjalankan langkah-langkah di atas dipastikan bisa menghasilkan buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;? Saya katakan tidak ada jaminan. Kadang berhasil, kadang juga tidak. Masih banyak variabel yang memengaruhi dan menentukan. Tetapi kepada setiap penulis saya selalu katakan, itulah area atau variabel yang bisa kita kontrol dan maksimalkan potensinya. Setelahnya hanyalah hasil interaksi di pasar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, saya berani pastikan, menulis buku dengan cara atau strategi seperti di atas sanggup memberikan pengalaman yang sangat menggairahkan. Saya, sejumlah penulis dan penerbit, serta para klien saya, merasakan betul manfaatnya. Selamat menulis buku &lt;em&gt;bestseller&lt;/em&gt;![ez]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;* Edy Zaqeus adalah seorang trainer, editor, konsultan penulisan dan penerbitan, penulis beberapa buku bestseller, editor Pembelajar.com, dan bisa dijumpai di blog penulisannya di Ezonwriting.wordpress.com. Ia dapat dihubungi di email: edzaqeus@gmail.com. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8178478248708071669-501980748258438261?l=sujianto-madiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/feeds/501980748258438261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/2009/06/cara-gampang-menulis-buku-best-seller.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8178478248708071669/posts/default/501980748258438261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8178478248708071669/posts/default/501980748258438261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujianto-madiun.blogspot.com/2009/06/cara-gampang-menulis-buku-best-seller.html' title=''/><author><name>sujianto-madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15855226953599522385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R83S3fGMrs8/SjnCbAHS4II/AAAAAAAAAAg/zDSbI3vkmHk/S220/SUJI+UK+4+X+6+WARNA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
